large image
Plt.KEPALA PERANGKAT DAERAH

H. Dana Sujaksani, S.Sos, M.Si
NIP. 19681014 198803 1 002
SEKILAS KOTA CILEGON
PENGUMUMAN
AGENDA
PUSAT UNDUHAN
Klik Gambar di Bawah ini
LINK TERKAIT


Sejarah
Bagikan Artikel ini :

Kota Cilegon dengan luas wilayah 17.550 Ha sebagai kota industri, perdagangan, dan jasa dewasa ini banyak diminati oleh investor dalam dan luar negeri. Perkembangan pembangunan Kota Cilegon sampai dengan saat ini telah dirasakan peningkatan hasil dan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan bertambahnya industri di Kota Cilegon dewasa ini  tentunya menambah pula jumlah bangunan dan penduduk di Kota Cilegon.

Seiring dengan perkembangan kota, terdapat peningkatan kebutuhan akan pembangunan prasarana kota untuk memenuhi kebutuhan air bersih, drainase, persampahan, pengendalian banjir dan bencana lainnya serta juga adanya  peningkatan jumlah bangunan fasilitas umum dan sosial termasuk ruang terbuka hijau. Kondisi ini tentunya bisa memberikan dampak positif dan negatif bagi masyarakat Cilegon. Dampak positifnya antara lain yaitu adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon, sedangkan dampak negatifnya yaitu bisa menimbulkan bencana.

Menurut UU No. 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, pengertian bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Potensi penyebab bencana dapat dikelompokkan dalam 3 (tiga) jenis yaitu :

1.  Bencana alam

Bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah longsor.

2.  Bencana non alam

Bencana non alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau rangkaian peristiwa nonalam yang antara lain berupa gagal teknologi, gagal modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit.

3.  Bencana sosial

Bencana sosial adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang diakibatkan oleh manusia yang meliputi konflik sosial antarkelompok atau antarkomunitas masyarakat, dan terror.

Dalam perkembangannya di Kota Cilegon, untuk penanganan bencana sebelum SKPD BPBD terbentuk, dilaksanakan oleh Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) yang didalamnya terlibat beberapa SKPD dan Instansi vertikal misalnya SKPD Badan Kesbang linmas (Sekretariat Satlak PB), Unsur Kodim Cilegon, Unsur Polres Cilegon, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas PU, PMI,Tagana dan lain-lain.

Menyadari adanya ancaman bencana dan sulitnya koordinasi antar instansi di Kota Cilegon, sebagai langkah antisipasi untuk pengurangan risiko bencana dan upaya mengurangi atau menghilangkan kerugian serta korban jiwa yang lebih besar bagi masyarakat, maka Pemerintah Kota  membentuk Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) berdasarkan Peraturan Daerah Kota Cilegon Nomor 5 Tahun 2014 tentang Pembentukan Organisasi Badan Penggulangan Bencana Daerah Kota Cilegon.

Pembentukan BPBD ini juga sebagai amanat Undang Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang penanggulangan bencana dan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana serta Permendagri Nomor 46 Tahun 2008 tentang Pedoman Organisasi dan Tata Kerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Sebagai tindak lanjut terbitnya Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2014, maka diterbitkan juga Peraturan Walikota Cilegon Nomor 2 Tahun 2015 tentang Tata Kerja dan Uraian Tugas dan Jabatan Struktural Badan Penggulangan Bencana Daerah Kota Cilegon.

KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA