large image
KEPALA PERANGKAT DAERAH

Ir. Rasmi Widyani, MA
NIP. 19620611 198703 2 006
MARS TANGGUH BPBD
PENGUMUMAN
AGENDA
PUSAT UNDUHAN
Klik Gambar di Bawah ini
LINK TERKAIT


Cilegon Banjir
Kategori Berita | Diposting pada : 2018-02-12 -|- 09:05:00 oleh Admin
Bagikan Artikel ini :

CILEGON.- Bencana banjir kembali terjadi di Kota Cilegon, Jumat (9/2/2018). Kali ini, luapan air kiriman dari Mancak, Kabupaten Serang, ini melanda di Kecamatan Ciwandan, Jombang, dan Cibeber. Dampak terparah terjadi di Kecamatan Ciwandan, sebanyak 149 rumah di Kelurahan Kubangsari terendam banjir. Bahkan akses wisata dan industri sepanjang 1,5 kilometer di Kecamatan Ciwandan, mulai dari Kelurahan Tegal Ratu – Randakari – Kepuh, terganggu lantaran terendam air setinggi betis orang dewasa.


Akibatnya, arus lalu lintas Cilegon–Anyer mengalami kemacetan panjang. Banjir pun membuat aliran listrik di wilayah Ciwandan terganggu. Banjir juga melanda Lingkungan Sawah dan Lingkungan Seneja, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Di dua wilayah pemukiman warga ini, 36 rumah terendam banjir.


Sementara di Kecamatan Cibeber, luapan air membuat akses jalan Perumnas Cibeber juga terendam air. Seperti halnya di jalur Ciwandan, lalu-lintas di wilayah ini pun terganggu. Uniknya, banjir kiriman Mancak ini tidak datang di waktu yang sama. Banjir kiriman pertama terjadi pada Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 6.00, melanda akses jalan Ciwandan, akses jalan Perumnas Cibeber, serta merendam 36 rumah di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang. Sementara banjir kiriman kedua, terjadi pada pukul 12.30 WIB. Ini melanda Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan.


Kepala Seksi Tanggap Darurat pada Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Cilegon Ahmad Mafruh mengatakan, meskipun terjadi di waktu berbeda, namun semuanya merupakan banjir kiriman dari Mancak. “Kalau ditanya kenapa sampai begitu, saya sendiri tidak tahu. Tapi semuanya memang kiriman dari Mancak,” katanya.


Sejumlah persoalan menjadi penyebab banjir di tiga kecamatan ini. Menurut Afuh, panggilan akrab Ahmad Mafruh, penyebab utama adalah lebar kali yang terlalu kecil. ”Di Mancak itu sungainya besar-besar, sampai di Cilegon bertemu kali kecil. Makanya peningkatan debit air dari Mancak tidak bisa tertampung di Cilegon, terjadilah luapan air,” katanya.


Padahal, menurut Afuh, Pemkot Cilegon melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Cilegon telah melakukan sejumlah kegiatan di akhir 2017, guna mengantisipasi potensi banjir di awal 2018. “Mulai dari normalisasi kali, hingga pelebaran gorong-gorong sudah dilakukan oleh Dinas PUTR. Tapi banjir tetap terjadi, lantaran rata-rata lebar kali memang kecil di Cilegon ini,” tuturnya.


Kepala Bidang Kedaruratan Logistik pada BPBD Cilegon Ubaidilaih mengatakan, Pemkot Cilegon tidak menetapkan status bencana darurat atas banjir yang terjadi di tiga kecamatan. Alasannya, karena jumlah wilayah yang terbilang sedikit serta ketinggian air yang tidak terlalu parah. “Kami harus hati-hati untuk menetapkan status bencana darurat. Itu harus ditetapkan oleh kepala daerah,” ujarnya.


Pihaknya pun berencana untuk menyalurkan bantuan untuk para korban bencana banjir. Namun Ubaidilah mengaku belum menerima permohonan bantuan. “Stok pangan dan sandang kami masih cukup. Jika ada permohonan bantuan akan kami kirim. Kami juga belum mendirikan dapur umum di lokasi bencana,” tuturnya.


(Sumber diambil dari Kabar Banten)


cilegon banjir



List Berita Lainnya
KONTAK
Klik Gambar di Bawah ini
POOLING

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?

Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Hasil Polling
DOKUMENTASI
SOSIAL MEDIA